Paket Reguler Umroh Januari 2025: Panduan Lengkap untuk Perjalanan Spiritual Anda. Mulai : Rp 26.500.000
Paket Reguler Umroh Januari 2025: Panduan Lengkap untuk Perjalanan Spiritual Anda. Mulai : Rp 26.500.000
Apa Nama Jumrah Ketiga?
30 Apr 2025 Umroh

Jumrah yang Ketiga Bernama Apa? Ini Penjelasannya

Dalam rangkaian ibadah haji, terdapat beberapa ritual penting yang harus dilakukan oleh setiap jamaah. Salah satu ritual tersebut adalah melontar jumrah, yaitu melempar batu ke tiga tiang (jumrah) sebagai simbol penolakan terhadap godaan setan. Meskipun terdengar sederhana, pelaksanaan ritual ini memiliki makna spiritual yang sangat mendalam. Artikel ini akan membahas secara komprehensif dan mendalam tentang jumrah yang ketiga, termasuk namanya, lokasi, waktu pelaksanaan, serta hikmah di balik ibadah ini.

Apa Nama Jumrah yang Ketiga?

Jumrah yang ketiga dalam rangkaian melontar jumrah dikenal dengan nama Jumrah Aqabah. Tiga jumrah yang ada adalah:

  1. Jumrah Ula (yang pertama)
  2. Jumrah Wustha (yang kedua)
  3. Jumrah Aqabah (yang ketiga)

Jumrah Aqabah adalah jumrah terakhir yang dilontar oleh jamaah haji dan memiliki posisi yang paling dekat dengan Kota Mekah. Lokasi jumrah ini terletak paling barat dibandingkan dengan dua jumrah lainnya.

Lokasi dan Letak Strategis Jumrah Aqabah

Jumrah Aqabah terletak di Mina, wilayah yang menjadi pusat pelaksanaan ibadah melontar. Ketiga jumrah ini tersusun secara berurutan dari arah timur ke barat. Secara urutan:

  • Jumrah Ula berada paling timur
  • Jumrah Wustha berada di tengah
  • Jumrah Aqabah berada paling barat dan paling dekat dengan Mekah

Jamaah biasanya bergerak dari arah Muzdalifah menuju Mina dan langsung menuju ke Jumrah Aqabah untuk melaksanakan lontaran pada tanggal 10 Dzulhijjah, hari pertama Idul Adha.

Waktu Pelaksanaan Melontar Jumrah Aqabah

Pelaksanaan melontar Jumrah Aqabah dilakukan pada 10 Dzulhijjah setelah jamaah tiba dari Muzdalifah. Waktu terbaik untuk melaksanakan lontaran ini adalah:

  • Setelah terbit matahari bagi jamaah haji reguler
  • Setelah tengah malam (setelah lewat tengah malam tanggal 10 Dzulhijjah) untuk jamaah yang termasuk golongan uzur, seperti lansia atau orang sakit

Jumlah batu yang dilempar ke Jumrah Aqabah adalah tujuh batu kerikil. Setiap lemparan diiringi dengan ucapan takbir, yaitu: “Allahu Akbar”.

Makna dan Hikmah di Balik Melontar Jumrah Aqabah

Melontar Jumrah Aqabah bukan hanya sekadar ritual fisik. Ia memiliki makna simbolis yang kuat, yaitu:

  • Penolakan terhadap setan dan segala bentuk godaan dunia
  • Meneladani Nabi Ibrahim AS, yang dengan keimanan teguh menolak bujuk rayu setan ketika diperintahkan Allah untuk menyembelih putranya
  • Pembersihan jiwa, sebagai simbol membuang segala sifat buruk seperti sombong, iri, dan kemalasan

Dengan memahami makna ini, jamaah haji dapat menunaikan ibadah dengan kesadaran spiritual yang tinggi, tidak hanya mengikuti prosesi secara mekanis.

Baca Juga : Tempat Melaksanakan Wukuf Adalah Arafah, Berikut Tata Caranya

Ketentuan dalam Melontar Jumrah Aqabah

Beberapa aturan dan tata cara yang harus diperhatikan saat melontar Jumrah Aqabah:

  1. Menggunakan batu kerikil kecil berjumlah 7 buah
  2. Batu harus dilempar satu per satu, tidak sekaligus
  3. Setiap lontaran disertai dengan takbir
  4. Lemparan harus mengenai tiang jumrah atau area dalam kolam sekitarnya
  5. Tidak diperkenankan melempar batu di luar batas waktu yang ditentukan tanpa uzur

Jika ada kesalahan dalam jumlah lontaran atau tata cara, jamaah disarankan untuk melakukan ulang atau membayar dam (denda) sesuai dengan ketentuan syariat.

Perbedaan Melontar Jumrah Aqabah dengan Jumrah Lainnya

Meskipun semua jumrah dilontar dengan tujuh batu, ada perbedaan signifikan antara Jumrah Aqabah dan dua jumrah lainnya, yaitu:

  • Hari pelaksanaan: Jumrah Aqabah dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah, sedangkan Jumrah Ula dan Wustha dilontar pada 11, 12, dan 13 Dzulhijjah
  • Urutan lontaran: Pada tanggal 10, hanya Jumrah Aqabah yang dilontar. Pada tanggal-tanggal setelahnya, lontaran dimulai dari Jumrah Ula, lalu Wustha, dan terakhir Aqabah.
  • Makna khusus: Lontaran di Jumrah Aqabah berkaitan langsung dengan kisah penolakan setan oleh Nabi Ibrahim di akhir ujian terberatnya

Tata Cara dan Tips Melontar Jumrah dengan Aman

Karena melontar jumrah dilakukan oleh jutaan jamaah secara bersamaan, penting untuk memperhatikan prosedur keamanan dan efisiensi pelaksanaan, antara lain:

  • Gunakan alas kaki yang nyaman dan aman
  • Bawa kantong kecil berisi batu kerikil sejak dari Muzdalifah
  • Hindari waktu puncak, terutama siang hari, jika memungkinkan
  • Ikuti arahan petugas haji dan jalur yang telah ditentukan
  • Pastikan fisik dalam keadaan fit, karena jarak tempuh cukup panjang

Dengan mematuhi panduan ini, jamaah bisa melaksanakan lontaran dengan lebih tenang dan khusyuk.

Kesalahan Umum Saat Melontar Jumrah Aqabah

Beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh jamaah saat melontar Jumrah Aqabah adalah:

  • Melempar batu secara bersamaan (lebih dari satu dalam satu lontaran)
  • Tidak mengenai tiang atau area yang ditentukan
  • Tidak membaca takbir saat melempar
  • Mengambil batu dari area yang dilarang, seperti dari Masjidil Haram
  • Melontar dengan emosi, seperti memaki atau marah-marah

Penting bagi setiap jamaah untuk memahami bahwa lontaran ini adalah ibadah, bukan pelepasan emosi. Niat dan tata cara yang benar sangat diperlukan agar ibadah ini diterima oleh Allah SWT.

Kesimpulan: Pentingnya Mengetahui Nama dan Makna Jumrah yang Ketiga

Mengetahui bahwa jumrah yang ketiga bernama Jumrah Aqabah adalah bagian dari pemahaman penting dalam ibadah haji. Dengan memahami lokasi, waktu pelaksanaan, makna, serta tata cara melontar Jumrah Aqabah, jamaah bisa melaksanakan ibadah dengan lebih baik, penuh kesadaran, dan sesuai dengan sunnah.

Ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik ke Tanah Suci, melainkan perjalanan spiritual yang mendalam. Semoga Allah menerima amal ibadah seluruh jamaah dan menjadikan haji mereka sebagai haji yang mabrur. Aamiin.

Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *