
Kisah tentang Burung Ababil dan Pasukan Abrahah merupakan salah satu peristiwa luar biasa dalam sejarah Islam. Peristiwa ini terjadi pada Tahun Gajah, di mana pasukan Abrahah dari Yaman berniat menghancurkan Ka’bah di Makkah. Namun, mereka mengalami kehancuran total akibat serangan burung Ababil yang membawa batu dari neraka Sijjil.
Dalam artikel ini, kita akan membahas kisah ini secara mendalam, mulai dari latar belakang sejarah hingga makna dan hikmah yang dapat diambil.
Abrahah adalah seorang gubernur Yaman yang berasal dari Kerajaan Aksum (Ethiopia). Ia berambisi menjadikan Yaman sebagai pusat keagamaan dengan membangun gereja besar bernama Al-Qullais di Sana’a. Namun, ambisinya tidak berjalan sesuai rencana karena masyarakat Arab tetap menjadikan Ka’bah sebagai pusat ibadah.
Merasa terhina dan marah, Abrahah berencana untuk menghancurkan Ka’bah dan mengalihkan perhatian orang-orang Arab ke gerejanya. Ia pun mengumpulkan pasukan besar, termasuk gajah perang, untuk menyerang Makkah.
Pasukan Abrahah mulai bergerak dari Yaman menuju Makkah dengan persiapan yang matang. Mereka membawa:
Di sepanjang perjalanan, pasukan ini menaklukkan beberapa suku Arab dan menduduki wilayah sekitarnya. Mereka bahkan menyita harta benda suku Quraisy, termasuk 200 ekor unta milik Abdul Muthalib, kakek Nabi Muhammad.
Saat pasukan Abrahah semakin dekat ke Makkah, masyarakat Quraisy tak mampu melawan kekuatan besar ini. Namun, Abdul Muthalib menunjukkan sikap tenang dan penuh keyakinan, dengan mengatakan bahwa Ka’bah memiliki penjaganya sendiri, yaitu Allah SWT.
Baca Juga : Tempat Ziarah di Madinah: Menyelami Sejarah dan Keagungan Tanah Suci
Ketika Abrahah bersiap untuk menghancurkan Ka’bah, mukjizat luar biasa terjadi. Allah SWT mengirimkan pasukan burung Ababil yang datang dari arah laut membawa batu-batu kecil dari neraka Sijjil.
Menurut berbagai tafsir, burung Ababil memiliki beberapa ciri khusus:
Setiap batu yang dilemparkan menembus tubuh pasukan Abrahah, menyebabkan mereka tewas mengenaskan. Bahkan, gajah Mahmud menolak berjalan ke arah Ka’bah, seakan mengetahui kehancuran yang akan terjadi.
Pasukan Abrahah pun hancur lebur dalam hitungan detik, seperti yang dijelaskan dalam Surah Al-Fil (QS 105:1-5):
“Apakah engkau tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka sia-sia? Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung Ababil, yang melempari mereka dengan batu dari tanah yang terbakar. Lalu, Dia menjadikan mereka seperti dedaunan yang dimakan ulat.”

Kisah ini bukan hanya sebuah sejarah, tetapi juga mengandung pelajaran penting bagi umat manusia. Beberapa hikmah yang bisa diambil adalah:
Kejadian ini berdampak besar dalam sejarah Arab dan Islam:
Kisah Burung Ababil dan Pasukan Abrahah adalah bukti nyata kekuasaan Allah SWT. Meskipun Abrahah memiliki pasukan besar dan kuat, ia tidak bisa menandingi kehendak Allah. Ka’bah tetap berdiri kokoh, sementara pasukan Abrahah musnah dalam sekejap.
Peristiwa ini bukan hanya sekadar sejarah, tetapi juga menjadi peringatan dan pelajaran berharga bagi umat manusia agar selalu merendahkan diri di hadapan Allah dan tidak sombong atas kekuatan duniawi.