
Haji Tamattu merupakan salah satu dari tiga jenis haji yang dapat dilaksanakan oleh umat Muslim yang ingin menunaikan ibadah haji. Tamattu adalah pilihan haji yang paling banyak dipilih oleh jamaah karena kemudahannya dalam pelaksanaan dan keutamaannya. Dalam haji tamattu, jamaah dapat melaksanakan ibadah umrah terlebih dahulu sebelum masuk ke rangkaian ritual haji. Berikut adalah penjelasan lengkap tentang tata cara haji tamattu, mulai dari persiapan hingga selesainya ibadah.
Sebelum melaksanakan haji tamattu, terdapat beberapa persiapan yang harus dilakukan oleh jamaah. Persiapan ini meliputi kebutuhan fisik, mental, dan spiritual agar ibadah haji dapat dijalankan dengan khusyuk dan lancar.
Tahapan pertama dalam haji tamattu adalah melaksanakan ibadah umrah. Umrah dilakukan terlebih dahulu sebelum masuknya hari-hari haji. Berikut adalah langkah-langkah pelaksanaan umrah dalam haji tamattu:

Setelah selesai melaksanakan umrah dan memasuki hari-hari haji, jamaah kembali memasuki keadaan ihram untuk melaksanakan haji. Berikut adalah langkah-langkahnya:
Pada tanggal 8 Dzulhijjah, jamaah kembali mengenakan pakaian ihram dan berniat untuk melaksanakan haji. Niat diucapkan dengan kalimat “Labbaikallahumma hajjan”.
Setelah berniat, jamaah berangkat menuju Mina. Di Mina, jamaah bermalam dan melaksanakan salat Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya, dan Subuh dengan cara qashar (meringkas salat) tanpa jama’.
Pada tanggal 9 Dzulhijjah, jamaah berangkat menuju Arafah untuk melaksanakan wukuf. Wukuf merupakan inti dari ibadah haji, di mana jamaah berdiam di Arafah mulai dari waktu Dzuhur hingga Maghrib sambil berdoa dan berzikir. Di sinilah jamaah memohon ampunan atas segala dosa dan memohon keberkahan dari Allah SWT.
Setelah wukuf di Arafah, jamaah berangkat menuju Muzdalifah untuk bermalam (mabit) dan mengumpulkan batu kerikil untuk persiapan melempar jumrah. Jamaah menginap hingga waktu Subuh, kemudian melanjutkan perjalanan ke Mina.
Baca Juga : Aturan Berfoto di Masjidil Haram: Panduan Lengkap bagi Jemaah
Pada tanggal 10 Dzulhijjah, jamaah tiba di Mina dan melaksanakan lempar jumrah aqabah. Lemparan ini dilakukan dengan melempar tujuh kerikil ke arah tugu Jumrah Aqabah sebagai simbol penolakan terhadap godaan setan.
Setelah melaksanakan lempar jumrah, jamaah melakukan tahallul awal dengan memotong sebagian rambut. Setelah tahallul awal, jamaah diperbolehkan keluar dari ihram, kecuali untuk hubungan suami istri.
Jamaah kemudian kembali ke Masjidil Haram untuk melaksanakan tawaf ifadah, yang merupakan salah satu rukun haji. Tawaf ini dilakukan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali, diikuti dengan sa’i dan tahallul akhir.
Setelah tawaf ifadah, jamaah kembali ke Mina untuk mabit selama dua atau tiga hari (tasyriq). Setiap harinya, jamaah melaksanakan lempar jumrah Ula, Wusta, dan Aqabah sebagai tanda menyempurnakan ibadah haji.
Sebelum meninggalkan Makkah, jamaah diwajibkan melaksanakan tawaf wada’ sebagai tawaf perpisahan dengan Baitullah. Tawaf ini menandai selesainya seluruh rangkaian ibadah haji tamattu.

Haji tamattu memiliki keutamaan yang istimewa dibandingkan dengan jenis haji lainnya. Salah satu keutamaannya adalah jamaah dapat melaksanakan umrah dan haji secara terpisah, sehingga dapat merasakan dua ibadah dalam satu kali perjalanan. Selain itu, haji tamattu juga memungkinkan jamaah untuk lebih khusyuk dan tenang karena rangkaian ibadah dilakukan dalam jeda waktu yang lebih longgar.
Haji Tamattu adalah pilihan ibadah haji yang memberikan keleluasaan bagi jamaah untuk melaksanakan umrah terlebih dahulu sebelum melaksanakan haji. Dengan mengikuti tata cara yang telah dijelaskan di atas, jamaah dapat menunaikan ibadah haji dengan sempurna dan memperoleh ridha Allah SWT. Persiapan yang matang baik dari segi fisik, mental, maupun spiritual sangat penting untuk menjadikan ibadah ini lancar dan penuh berkah.
1 Komentar